This idiom means that "acting too quickly may actually slow things down".
Idiom ini sudah saya kenal banget sejak dua tahunan yang lalu ketika nonton Mechaike Bakajo XD *lol*
Tapi entah kenapa saya ngga pernah benar-benar menggubris makna "Haste makes waste" ini.
Padahal jika ditilik ke belakang, saya sering sekali melakukan hal yang seperti pada ungkapan idiom tersebut dan dalam beberapa hal berakhir sangat tragis.
Sebut saja:
1) saya pernah tergesa-gesa dalam memutuskan jurusan kuliah tanpa saya lihat dulu seluk beluknya. Akhirnya? Saya harus ngambil tes snmptn tulis lagi tahun berikutnya dan mengambil jurusan lain. Rugi setahun kan saya.
2) saya pernah tergesa-gesa untuk segera pulang ke rumah. Padahal mbah ti sama ibuk saya sudah memperingatkan untuk pulang (besok) pagi saja, tapi saya ngeyel pulang sore (ini) karena ingin segera berada di rumah. Akhirnya? Saya malah berakhir 2 minggu di rumah sakit. Tangan kiri saya sudah tidak seperti dulu lagi :"
Masih banyak lagi keputusan-keputusan yang saya ambil secara tergesa-gesa, dan bukannya menguntungkan, ketergesaan itu malah merugikan saya.
Anehnya, saya seperti ngga pernah belajar dari pengalaman. Baru nyadar akhir-akhir ini saja ketika saya merasa salah langkah karena tergesa-gesa.
Saya terlanjur koar-koar ke orang-orang kalau saya ingin segera wisuda bulan Juli, saya sudah memasang target. Research saya sudah selesai, tapi sepertinya saya terlalu tergesa-gesa mengumpulkannya hingga ada beberapa poin penting yang belum saya tulis dan mungkin ada jawaban saya yang salah.
Selain itu, ada faktor eksternal lain yang sedikit menghambat laju skripsi saya (dan saya pikir ini hukuman Tuhan ke saya karena saya terlalu tergesa-gesa).
Dan akhirnya sekarang?
Sementara teman-teman saya lainnya yang "go with the flow", tidak memasang target dan tidak tergesa-gesa, mereka sekarang malah sudah mulai mendaftar untuk sidang skripsi. Sedangkan saya yang terlalu songong dan "grusa-grusu" ini masih harus menunggu entah kapan agar bisa mendaftar sidang. Hanya bisa pasrah dan berdo'a :').
See? Tergesa-gesa kadang malah melambatkan laju kita, bukan mempercepatnya, menimbulkan rasa kecewa juga karena pada awalnya ekspektasi kita sangat tinggi pada saat kita berusaha untuk cepat-cepat melakukan/mengambil keputusan.