February 5, 2012

Apa Arti Sebuah Kesabaran?


Apa arti sebuah kesabaran itu sendiri? Jika kita yang sering mengungkapkan kata-kata itu tidak benar-benar menghayati artinya?
Kesabaran ada batasnya? Benarkah? Jika anda berkata begitu, berarti (menurut saya) anda masih tergolong orang yang tidak sabaran? Karena sesungguhnya kesabaran itu tidak akan pernah ada batasnya. Dan orang-orang yang sabar akan selalu dilapangkan dadanya, right?.
Pasti sudah banyak yang mengetahui kisah Hachiko, anjing dari Jepang yang rela menunggu majikannya 10 tahun! Bayangkan 10 tahun sobat, 10 tahun adalah waktu yang sangat lama. Dan selama 10 tahun itu ia menunggunya di depan stasiun. Tak peduli panas maupun dingin, ia dengan sabar menunggu majikannya yang sebenarnya telah meninggal. Saya terharu jika mendengar cerita itu (sampai sekarang). Seekor anjing saja bisa dengan sabar menunggu selama 10 tahun tanpa mengeluh. Sedangkan kita sebagai manusia? Apakah bisa sesabar dia?
Sering saya temui di jalan orang yang tidak sabaran, terutama pengguna sepeda motor. Kenapa mereka tidak mau sekali saja mengalah kepada pengguna jalan yang lain. Apalagi di kota-kota besar seperti tempat saya menuntut ilmu sekarang (Surabaya). Lalu lintasnya, Subhanallah... kalau Syahrini bilang sih “sesuatu banget”. Saya kaget mendapati kota Surabaya yang lalu lintasnya (menurut saya) sangat kejam. Sepeda motor tidak hanya menyalip dari sebelah kanan, angkutan kota sering keluar jalan (menerobos lewat pinggir jalan). Sungguh, berkendara di sini harus benar-benar waspada. Kemacetan dimana-mana. Keadaan ini sangat kontras sekali dengan lalu lintas di kota kecil saya. Dimana pengemudi kendaraan bermotor bisa dengan nyaman berkendara (bahkan saya sendiri sering berfoto di tengah jalan, saking sepinya jalan raya di kota saya ._.v).
Apakah yang menimbulkan kemacetan? Menurut saya, penyebab paling besar dari kemacetan adalah sikap ketidak sabaran manusia. Jika ditanya alasan mereka ngebut dijalanan, pasti mayoritas jawabannya adalah karena mereka sedang terburu-buru. Jika mereka sedang tergesa-gesa menuju suatu tempat karena sudah hampir terlambat? Kenapa mereka tidak berangkat lebih awal saja? Kenapa mereka lebih memilih mengebut di jalanan daripada berangkat lebih awal?.
Prinsip saya jika berkendara adalah “alon alon asal kelakon” (pelan-pelan asal bisa sampai tujuan). Kenapa harus terburu-buru? Toh pada akhirnya kita sampai di tempat, kan?. Lagipula, jatuh dari sepda motor itu sakit!. Jika saya berkendara, saya selalu membayangkan bagaimana kalau terjatuh, orang yang berkendara dengan pelan saja jika terjatuh sakitnya luar biasa (paling tidak menimbulkan lecet-lecet yang berhari-hari bahkan berminggu minggu baru bisa sembuh) apalagi mereka yang suka ngebut di jalan, bagaimana jika jatuh? (tidak usah dibayangkan J). Atas dasar imajinasi itulah yang menjadikan saya selalu berhati-hati dalam berkendara. Saya tergolong orang yang jarang sekali mengklakson kendaraan lain, bukan karena apa-apa. Saya melakukan hal itu karena saya sendiri merasa tidak nyaman jika ada orang lain mengklakson saya.hehehe.. J
Any way, bukan hanya dalam berkendara saja kita harus sabar. Namun kita juga perlu bersabar dalam segala hal.
Saya sering prihatin melihat teman SMA saya yang putus cinta hanya karena LDR (Long Distance Relationship) –mereka berpisah karena kuliah di kampus yang berbeda. Menurut saya, LDR itu tidak masalah kok asalkan semua pihak bisa saling memahami, saling percaya dan yang terpenting adalah SABAR...!.