December 9, 2012

Reunion




This picture was taken at Devy’s house, on October 27th 2012.

November 19, 2012

The Pleasure of Blogwalking




Kemarin malam, saya iseng-iseng blogwalking kemana-mana sampai tengah malam. Blogwalking bagi saya memang merupakan semacam “pleasure” disaat lagi suntuk. Apalagi jika menemukan blog yang isinya tentang daily overview mereka. Hontou wa totemo totemo ureshikatta yooo~ #pletakk
Kenapa blogwalking menyenangkan?
Kalau kita berjalan-jalan ke blog (yang kontennya seperti diary), dalam blog itu pasti ada “archieve”nya. Biasanya postingan pertama yang saya baca itu random. Entah itu cerita tentang perjalanan mereka ke suatu tempat, entah curhatan saat diputusin pacarnya, entah cerita konyol bin sial mereka. As long as cerita itu sederhana, pasti saya tertarik buat ngubek-ngubek archieve mereka << jiwa stalker ._.v
Dalam archieve itu, kita bisa menilai seberapa jauh seseorang telah berubah. Mulai dari pertama mereka menulis blog, cerita-cerita awal mereka dalam blog hingga cerita terakhir yang mereka tulis. It’s exciting, you know :)

November 16, 2012

Kepada Langit

Aku selalu senang menatap langit, biru dan luas. Bila sedang sedih atau penat, dengan menatap langit yang biru itu maka hatiku akan tersenyum kembali. Karena dengan menatap langit, aku sadar bahwa dunia itu luas.

Bahwa sepelik apapun kesedihan dan masalah yang kita hadapi ini hanyalah secuil kisah yang ada di bumi ini.
Bahwa mungkin di belahan dunia lain sana, ada yang mengalami kesedihan yang lebih hebat dari sedihku, permasalahan yang lebih pelik dari masalahku.

Maka aku selalu menatap langit, hanya untuk meyakinkan diriku bahwa setiap permasalahan dalam hidupku ini pasti dapat kulalui, dan setiap kesedihan yang ada di hatiku ini pasti dapat sembuh. Memandang langit biru memang menenangkan, mendamaikan, dan menentramkan, apalagi jika terkadang berhiaskan awan-awan. Dan sesekali awan-awan itu mampu membentuk senyuman untuk menghiburku.

Tetapi, ternyata semua itu hanya dapat bekerja pada saat aku masih tinggal di desa, disebuah kota kecil yang dimana saat aku menatap keatas, membentang langitan luas dan angin berhembus segar menerpa wajahku.

Kau tahu?
Langit di kota besar itu berbeda, kebanyakan mereka telah “terlahap” oleh gedung-gedung pencakar langit. Bahkan jarang sekali aku melihat langit yang biru bersih. Kalaupun ada, aku tak dapat menikmatinya dengan cukup lama. Karena terik sang surya yang sangat panas disini, seakan-akan dapat membakar mataku jika aku menengadah ke langit terlalu lama.

Langit, aku sedih.
Di kota besar ini, aku tak dapat melihatmu dengan leluasa..
Aku hanya dapat melihatmu dari celah-celah jendela lantai tiga

Kapankah aku dapat memandangmu dengan lama? Sambil berbaring di ladang hijau yang terbentang luas di desa, dan bercanda dengan kawan-kawan lama?

Langit, sungguh aku benar-benar merindukan saat-saat itu...
Saat menatapmu yang membentang luas dihadapanku
Saat menatapmu dengan canda tawa dari kawan-kawan lamaku
Langit, Aku merindukanmu dan mereka..............

                                                                                                                 Surabaya, 16-11-12




July 22, 2012

Marhaban Ya Ramadhan

 Ramadhan Mubarak Everyone \(^o^)/
Alhamdulillah, I can still face Ramadhan this year.
Allah has blessed us with so much and we should use this month to renew our commitment to Him.
So, it's time for us to compete in favor.
Keep your tongue from all those dirty words.
Keep your eyes to see the the good things.
And keep your ears from all rumors, no gossip, please :)
Sooo... Happy fasting everyone :)


July 1, 2012

Before - After

Time's flying by too fast..!! serius nih. Penampakan saya pun juga berubah. Dulu sepertinya saya pernah kurusan. Tapi sekarang?? jangan ditanya. --". Bobot saya naik drastis selama beberapa bulan terakhir. Terutama sejak awal semester 2. Frustasi? jelas.
gimana nggak frustasi coba, tiap orang yang ketemu sama saya selalu bialng "Dyahh.. kok tambah gendut"
Dan udah nggak terhitung lagi berapa orang yang berkata seperti itu. Keluarga, tetangga, temen temen, mbak mbak kos... hmmm. So, I'm not okay with this condition :'(.
#JulyWish saya..semoga berat badan saya bisa turun :'D

-before-
 me with my little sister, Karin.waktu masih SMA kelas XII. berat masih normal, masih agak kurusan.mei 2011

me after graduation.nunggu kuliah masuk.masih keliatan normal (tambah chubby dikiiiiit). Juni 2011.

nah mulai genduut.awal semester 2.maret 2012

-after-
genduut banget -_-. akhir semester 2. Juni 2012
(sekarang pipi saya kek Anpan-Man)

ngerti kan perbedaan drastisnya? ngerti kan kenapa saya frustasi?
God, help me :'(


(P.S. : ada yang tahu menu diet yang ampuh..hohoho XD)

June 27, 2012

Being Invisible? Hmm.. It's Not So Bad



Beberapa bulan ini (terutama sejak masuk kuliah), saya mulai berpikir kalau kadang-kadang (mungkin malah sering) saya itu “invisible”, tak terlihat. Kenapa ya? Saya sendiri juga heran. Tapi banyak bukti kalau kehadiran saya emang kebanyakan nggak dirasain sama orang-orang, kalau nggak gitu orang-orang sering banget lupa sama saya --a. Apa jangan-jangan saya semacam hantu atau apa ya? 0.oa *krik krik krik. 

Sebenarnya, kalau kejadian menjadi orang yang terlupakan-garis-miring-nggak-dikenal-garis-miring-sulit-teridentifikasi adalah sejak SMP kelas VIII. Salah seorang teman saya (tipikal cewek-cewek yang di sampul-sampul majalah) bilang “eh...siapa nama kamu?”. Yeah, in front of all, dengan innocentnya dia bilang kek gitu. Padahal, udah lewat satu semester lebih lho sekelas. Masa masih nggak tau nama saya? Kebangetan nggak sodara? =.=. Awalnya saya kira itu semacam hinaan, you know.. dia kan tipe-tipe cewek yang selalu pasang senyum muaniss di depan guru, nanya-nanyain pertanyaan gak penting binti bodoh, plus tipe orang yang nggak punya beban hidup #eh. Wah pokoknya tipe orang-orang yang paling saya hindari kalau bersosialisasi.
Anyway, back to topic.... Dari perkataan teman saya tadi, saya berpikir...hmmmm jangan-jangan saya itu emang orang-orang yang mudah terlupakan hanya dengan sekali lihat. Sedih, nyesek awalnya.

Kedua, sejak mulai masuk SMA, saya mulai berpikir jangan-jangan memang benar kalau saya “orang-orang yang terlupakan”. Well, kejadiannya nggak kayak diatas sih, tapi kalau ada kerja kelompok pasti saya kebagian yang sisa-sisa, kalau mereka main kebanyakan saya nggak diajak (itu kejadian sebelum saya ketemu sahabat-sahabat saya sih ^^ ). Tapi tetap saja, intinya sama... saya tetap jadi orang yang “invisible”. Saat itu, perasaan envy saya masih ada, yah maklum lah.. jaman-jaman SMA, jaman jaman pengen eksis.LoL.

Kelas XII, saya baca novelnya Ally Carter, Don’t Judge a Girl by Her Cover. Ceritanya si tokoh utama, Cammie dijuluki si Bunglon alias Chameleon karena dia pinter banget sembunyi dan nggak ada yang menyadari kehadirannya. Dari tokoh Cammie itulah saya merasakan hal yang sama dengan apa yang Cammie rasakan, menjadi orang yang invisible. Bedanya, di novel itu tingkah “menghilang” Cammie malah bisa disebut sebagai bakat, karena Cammie bersekolah di sekolah mata-mata, karena bakat itu pula dia juga disebut sebagai seniman jalanan. Dan sebagai seorang mata-mata haruslah pandai sembunyi dan “menghilang” dalam penyamaran mereka. Nah, dari situ perlahan perasaan envy saya hilang, saya nggak lagi pengen dikenal, pengen eksis. Sepertinya memang bukan jalur saya jadi orang eksis, hahah. Malah sebaliknya, saya merasa nyaman dalam ke-“invisible”-an saya. Lama-lama, sendiri itu jadi sahabat bagi saya, sepi jadi teman baik saya. Rasanya kalau sendiri itu seperti menemukan “inner peace”, kalau sendiri itu saya nggak perlu berpura-pura di depan siapapun. Dan yang terpenting, saya berasa jadi mata-mata XD #abaikan.

Ada kejadian lucu selama saya setahun jadi anak kuliahan ini. First, waktu acara TA (Temu Akrab), sebelum menginap selama 3 hari 2 malam di Mojokerto, tiap-tiap kelompok memang mengerjakan tugas-tugas yang diberikan para panitia TA. Setiap kumpul, saya selalu datang. Eh pada suatu hari waktu saya datang untuk kerja kelompok, salah satu teman satu kelompok saya bilang gini “Lhoh.. emang kamu ikut kelompokku ya?” #JDUARR... *kesamber petir =.=”.
Second, waktu saya di perpus ngerjain tugas bareng teman-teman yang lain. Padahal perkuliahan sudah berjalan dua bulan. Tapi tetap saja, ada salah satu teman saya bilang gini di depan saya “Lhoh.. kamu anak TP (Teknologi Pendidikan) juga?”. Saat itu saya lumayan speechless juga, halo? Masa dalam dua bulan dia belum tau saya? *sigh. Kemudian ada salah satu teman saya nyeletuk “Bukan..bukan.. dia anak MP (Manajemen Pendidikan) kok”. Hahaha, saat itu saya udah nggak bisa nahan ketawa. XD

Dan kejadian lucu yang sering saya alami adalah..... Kadang ketika mbak kos kamar lain ada di kamar saya, ngobrol sama mbak kos kamar saya. Ketika saya tiba-tiba ikutan nimbrung dari atas tempat tidur, pasti mbak kos kagetnya setengah mati, dia bilang kok saya nggak bilang-bilang kalau ada disitu (padahal udah disitu sejak tadi, mendengarkan perbincangan mereka). Ya sih, tempat tidur saya emang di atas. Tapi masa dengan badan saya yang segede ini dia nggak sadar -_-“. Trus sering juga sih, teman kampus nggak sadar kalau saya ada di dekat mereka. Kadang mereka tanya “lhoh..Dyah tadi mana ya?” padahal saya di dekat mereka, trus kalau saya jawab “disini” sambil pasang tampang datar. Mereka pasti kaget, bilang “lhoh..sejak kapan?”.hey hey. -_-

Dan (sepertinya) saya menemukan jawaban kenapa saya sering dilupakan atau kehadiran saya sering nggak dirasain orang. Jawaban ini saya peroleh dari teman kuliah saya. Ceritanya, masih ketika acara TA. Nah, disitu saya kenal sama Indri –anak kelas sebelah, satu kelompok sama saya. Waktu itu, kita disuruh bikin yel-yel. Nah karena pada dasarnya saya emang nggak suka sama acara yang berbau-bau seperti itu, saya antara enjoy nggak enjoy deh ikut TA. Pada saat itulah, si Indri ngomong “Eh kamu nanti kalau yel yel harus senyum lho ya,biar kelihatan semangat gitu. Awas kalau nggak, soalnya kamu tu wajah-wajah flat, wajah-wajah datar” #JLEBB. Dalam hati : maksudnya flat??? –“ *sweatdropped.
Tapi makasih sama Indri, karena semenjak kata-katanya pada hari itu, saya mulai berpikir...ohh mungkin itu yang menyebabkan saya jadi “invisible” atau “unrecognized people”.LoL. :D

Well, ada positif negatifnya sih jadi invisible people itu. Positifnya, saya nggak perlu susah-susah kalau pengen ngilang, saya nggak perlu berpura-pura terlalu banyak, bisa “mencuri dengar” tiap pembicaraan orang di dekat saya *ketawa jahat, dan bisa mengamati orang-orang disekitar saya. Negatifnya adalah, ada saat dimana saya benar-benar geregetan ketika teman saya nggak tau nama saya kalau ingin manggil. Banyak guru, dosen, bahkan nggak mengenali saya (jadi terkadang seberapa aktifpun saya dikelas, mereka nggak nambahin nilai saya, orang saya sering dilupakan T.T). Sebagai manusia, pasti ada kalanya kita ingin dikenali orang kan?

Yaah.. memang menjadi someone, something,... itu ada positif dan negatifnya. Sekarang saya nggak perlu minder lagi sama cewek-cewek wajah sampul majalah, saya bersyukur mempunyai wajah “flat” ini. Allah tentunya tidak menciptakan seorang manusia for no reason kan? ^^. Jadi, meskipun saya menjadi miss always invisible saya bersyukur. Mungkin memang ini tujuannya, karena saya sedikit introvert, jadi punya wajah seperti ini memudahkan saya untuk menghindari sosialisasi yang terkadang menjenuhkan. ~.~
Dan mungkin juga, saya diciptakan seperti ini agar jadi mata-mata handal yang dapat melakukan penyamaran mendalam XDDD <-- lagi kumat #abaikan ._.v

source pic : google ._.v


April 19, 2012

Burden

 source pic : bealog.net
There are days when the burden of having study at college is too much. And yes, I have those days too.
I think the burden feeling in my heart’s growing bigger and bigger everyday, every now and then. And I really hate this feelings, I feel so sad right now. I’m in a bad mood.

Why? Yeah...That’s because a simple reason. I have a problem with my lecturer. But, I’m not so sure to call it as a “problem”.
Well…my name in daily absence class was scratched by her (4 times, and she just came to the class 3 times like she promised before). So sad, I was absence yesterday and the day before because I was getting sick. Yes, ma’am I was SICK. I’m not lying, I know Ma’am you’re trying to be professional, but can’t you just tolerate it this once?
Know what ma’am? If I was able to choose, I don’t want to get sick. And if I’m not in a real sickness, I will be able to attend to your class. Yeah, yesterday (until today) I still suffering from my illness, but I’m sad. You can’t tolerate or accept my sick leave letter.
I gave you all of my respect before, but until I hear you said that being sick is not an excuse to not go to college. I was totally disappointed ma’am. I’m so sorry about this Ma’am.
Yeah, you’re my lecturer after all. And all the rules are in your hands, I couldn’t protest. :''')
I wish I was still allowed to take the final exam, since my presence was dropped more than 3 times.


Soooo… I should be able to lift this burden on my shoulders alone. Huhuhu *sniffs*

March 16, 2012

Proud of Who I Am


"I am who I am today because of the choice I made yesterday" - Eleanor Roosevelt

Yes... I agree with that quote.. for me, what I did on yesterday making impact on tomorrow.
so.. I write this :

Meskipun sebenarnya sangat berat menghadapi semua ini, aku bersyukur... aku menjadi seperti ini karena semua hal-hal berat yang pernah aku hadapi.

Aku tahu, ini ujian dari Allah untukku,... dan aku berterima kasih karena dengan semua ujian dan cobaan yang diberikan kepadaku, itu  berarti Allah masih sayang padaku. Dia “memilih” aku yang menghadapi ini, dan mungkin Dia percaya kalau aku akan berhasil mengatasinya.

Yaa Allah.. kuatkan aku, berikan aku ketabahan selalu menghadapi cobaan ini.. aku akan berusaha menjadi orang yang baik dengan adanya semua cobaan yang Engkau berikan kepadaku. Aku sangat bersyukur ya Allah.. karena tanpa ini semua, aku tidak bisa menjadi aku yang sekarang ini...

Kuatkan aku yaa Allah... kuatkan aku jika suatu saat nanti aku kehilangan arah...

Kuatkan aku .. ingatkan aku selalu jika ini semua adalah cobaan yang harus kuhadapi, yang harus kutempuh.. yang sudah Engkau gariskan kepadaku sejak kelahiranku.. yang sudah harus menjadi jalan hidupku..

Berikan hamba-Mu ketabahan dan kesabaran yaa Allah...

Aku tidak tahu kapan ini semua akan berakhir.. namun, aku selalu mengharap ridha-Mu dan kasih sayang-Mu.. karena aku tahu.. tidak ada yang lebih bisa kucintai sepenuh hati selain Engkau.. Allah... :')

(somehow, this words can make up my spirit) :)

March 9, 2012

Time is Flying by Too Fast


Here I am now...
Laying on my not-so comfy bed.. just thinking about my life. Now, I'm a college student in Surabaya. At State University of Surabaya for the exact. I haven't thought about this before, that someday I'll be here in Surabaya.

My childhood in the beautiful village seems so far away (I missed my home T_T). I don't know..but I just missed my childhood, my old friends, and all those crazy things that I did in the past.

It seems like just yesterday I was playing hide and seek with my old friends. But now? whoooaa... just like so sudden, I become college student.

It seems like yesterday, I celebrated my 10th birthday. But now? I'm 18th.
Hmm.... so it's true, right? that time is flying by too fast.

"I can promise you tomorrow, but I can't buy yesterday"

February 5, 2012

Apa Arti Sebuah Kesabaran?


Apa arti sebuah kesabaran itu sendiri? Jika kita yang sering mengungkapkan kata-kata itu tidak benar-benar menghayati artinya?
Kesabaran ada batasnya? Benarkah? Jika anda berkata begitu, berarti (menurut saya) anda masih tergolong orang yang tidak sabaran? Karena sesungguhnya kesabaran itu tidak akan pernah ada batasnya. Dan orang-orang yang sabar akan selalu dilapangkan dadanya, right?.
Pasti sudah banyak yang mengetahui kisah Hachiko, anjing dari Jepang yang rela menunggu majikannya 10 tahun! Bayangkan 10 tahun sobat, 10 tahun adalah waktu yang sangat lama. Dan selama 10 tahun itu ia menunggunya di depan stasiun. Tak peduli panas maupun dingin, ia dengan sabar menunggu majikannya yang sebenarnya telah meninggal. Saya terharu jika mendengar cerita itu (sampai sekarang). Seekor anjing saja bisa dengan sabar menunggu selama 10 tahun tanpa mengeluh. Sedangkan kita sebagai manusia? Apakah bisa sesabar dia?
Sering saya temui di jalan orang yang tidak sabaran, terutama pengguna sepeda motor. Kenapa mereka tidak mau sekali saja mengalah kepada pengguna jalan yang lain. Apalagi di kota-kota besar seperti tempat saya menuntut ilmu sekarang (Surabaya). Lalu lintasnya, Subhanallah... kalau Syahrini bilang sih “sesuatu banget”. Saya kaget mendapati kota Surabaya yang lalu lintasnya (menurut saya) sangat kejam. Sepeda motor tidak hanya menyalip dari sebelah kanan, angkutan kota sering keluar jalan (menerobos lewat pinggir jalan). Sungguh, berkendara di sini harus benar-benar waspada. Kemacetan dimana-mana. Keadaan ini sangat kontras sekali dengan lalu lintas di kota kecil saya. Dimana pengemudi kendaraan bermotor bisa dengan nyaman berkendara (bahkan saya sendiri sering berfoto di tengah jalan, saking sepinya jalan raya di kota saya ._.v).
Apakah yang menimbulkan kemacetan? Menurut saya, penyebab paling besar dari kemacetan adalah sikap ketidak sabaran manusia. Jika ditanya alasan mereka ngebut dijalanan, pasti mayoritas jawabannya adalah karena mereka sedang terburu-buru. Jika mereka sedang tergesa-gesa menuju suatu tempat karena sudah hampir terlambat? Kenapa mereka tidak berangkat lebih awal saja? Kenapa mereka lebih memilih mengebut di jalanan daripada berangkat lebih awal?.
Prinsip saya jika berkendara adalah “alon alon asal kelakon” (pelan-pelan asal bisa sampai tujuan). Kenapa harus terburu-buru? Toh pada akhirnya kita sampai di tempat, kan?. Lagipula, jatuh dari sepda motor itu sakit!. Jika saya berkendara, saya selalu membayangkan bagaimana kalau terjatuh, orang yang berkendara dengan pelan saja jika terjatuh sakitnya luar biasa (paling tidak menimbulkan lecet-lecet yang berhari-hari bahkan berminggu minggu baru bisa sembuh) apalagi mereka yang suka ngebut di jalan, bagaimana jika jatuh? (tidak usah dibayangkan J). Atas dasar imajinasi itulah yang menjadikan saya selalu berhati-hati dalam berkendara. Saya tergolong orang yang jarang sekali mengklakson kendaraan lain, bukan karena apa-apa. Saya melakukan hal itu karena saya sendiri merasa tidak nyaman jika ada orang lain mengklakson saya.hehehe.. J
Any way, bukan hanya dalam berkendara saja kita harus sabar. Namun kita juga perlu bersabar dalam segala hal.
Saya sering prihatin melihat teman SMA saya yang putus cinta hanya karena LDR (Long Distance Relationship) –mereka berpisah karena kuliah di kampus yang berbeda. Menurut saya, LDR itu tidak masalah kok asalkan semua pihak bisa saling memahami, saling percaya dan yang terpenting adalah SABAR...!.