September 13, 2015

22

It's true that time is flying by too fast.
This year, a lot of things happened to me. Saya mulai dari mana dulu ya? :)
Di awal tahun 2015, semuanya berjalan dengan lancar. Kuliah saya alhamdulillah lancar, alhamdulillah sehat, alhamdulillah sempat agak kurusan dikit, rezeki juga lancar, yang belum cuma ketemu jodoh aja, hahah XD. Pokoknya di awal tahun ini, everything ran smoothly in my life.
Hingga pada 1 Juni 2015, terjadi suatu hal yang merubah hidup saya. Bukan karena negara api yang menyerang #heleh, tapi di tanggal itu, saya mengalami sebuah musibah (yang akan saya ceritakan di postingan berikutnya -mungkin-).
Setelah mengalami musibah itu, saya tahu, saya tidak akan bisa kembali seperti dulu lagi. Banyak hal yang physically berubah. Tangan kiri saya tidak akan bisa kembali seperti sebelum musibah itu terjadi. Pipi saya yang sempat tirusan, kini chubby kembali, lebih chubby dari pipi saya yang paling chubby sebelum-sebelumnya. Hiks T.T. Lumayan sedih ketika banyak orang berkomentar kalau saya tambah gendut :"). Tambah sedih ketika mereka bilang kalau saya makin jelek karena ini pipi udah balapan sama hidung. Saya hanya bisa tersenyum mendengar komentar mereka :'). After all, they just don't know what I've been through in these past three months.
Oke, lupakan tentang berbagai komentar dan perubahan fisik saya. Terlepas dari semua itu, musibah tersebut telah  menyadarkan dan mengajarkan saya banyak hal.
Dari musibah itu, saya menyadari betapa selama ini masih ada banyak jarak yang terbentang antara saya dan Allah. Saya harus lebih rajin mendekat pada-Nya, harus lebih banyak berdoa, berdzikir, dan bersyukur. Saya harus lebih "menerima" diri saya apa adanya, mencintai setiap apa yang Allah berikan pada saya.  Harus lebih banyak mensyukuri nikmat-Nya, terutama nikmat sehat dan selamat.
Dari musibah itu saya tahu betapa keluarga saya sungguh sangat menyayangi saya. They did everything to save my life. Everything! dan saya sungguh sangat sangat bersyukur bisa memiliki keluarga seperti mereka. They may not perfect in other people's eyes, but they surely are perfect for me.
Dari musibah itu saya juga belajar tentang pentingnya mengingat Allah di setiap hembusan nafas, karena saya tidak akan pernah tahu kapan Allah akan mengambil nyawa saya.
Dan yang terpenting, dari musibah itu saya belajar untuk sabar dan ikhlas. Sabar dengan proses penyembuhan yang memang memakan waktu lumayan lama, dan ikhlas menerima kondisi saya yang sekarang.
Sungguh, di tahun ini saya benar-benar mendapat pelajaran yang sangat berharga. Dan saya bersyukur, karena Allah selalu bersama saya dan menemani saya ketika saya berada dalam kesulitan.
Thank God for these wonderful 22 years that You've given to me. Thank God for giving me the most amazing mom, the most amazing family. Thank God for giving me the most sincere friends, and Thank God for your wonderful blessings. :)
Saya hanya bisa mengucapkan banyak-banyak kata "Alhamdulillah" untuk semua yang Allah berikan pada saya. Alhamdulillah Yaa Allah, selama 22 tahun ini hamba masih bisa bernafas, dan masih sehat.