Last week, I got some photos from Riza's camera. When I looked at these pictures, I was a little bit surprised. I remembered that these pictures was taken from my third semester in Linguistics class, but I totally forgot that I did make that kind of pose and that kind of smile (at that time, I was wearing brown outfit). Was it me? =_=a
September 27, 2014
Senja Setelah Hujan
Kecipak-kecipak air terdengar dari ujung jalan,
seorang gadis, masih berseragam, putih abu-abu, berjalan diatas genangan air
hujan. Tak mempedulikan sepatu keds-nya yang penuh lumpur. Dia hanya ingin
menikmati senja setelah hujan. Karena di saat-saat itu, rasanya waktu berjalan
pelan.
Dilepasnya sepatu yang telah basah terkena genangan
air, dan sekarang hanya menyisakan telapak kaki yang telanjang kedinginan. Tapi
siapa peduli? yang penting dia bisa main air sepuasnya. Toh tidak ada orang
yang melihat. Jalanan di desanya memang sepi, apalagi jalanan dipinggir sawah
ini, sungguh sunyi. Para petani sudah tidak terlihat dari tadi, berlindung dari
rasa dingin yang menggigit sanubari, pulang kerumah.
Bumi terdiam, seolah tidak ditinggali lagi. Tapi
siapa peduli? Dia malah senang berjalan sendirian dipinggir jalan. Ditemani
bunyi kecipak air yang diciptakan langkah kakinya, serta angin sejuk yang
berhembus dari utara, ia merasa bebas, tenang, dan damai. Direntangkan
tangannya menyambut angin, ia hirup lahap-lahap udara sejuk itu dan mencium
aroma tanah setelah hujan, untuk sesaat, dia bersatu dengan mereka.
September 14, 2014
Twenty-First
Ohayoooouu.... minna-san... hisashiburi :)
Tanggal 13 kemarin, saya berusia tepat 21 tahun.
Alhamdulillah masih diberi kesehatan, keselamatan, dan segala nikmat-Nya selama
21 tahun ini. Terimakasih Allah, I love You ^w^. Hmm.... usia 21 tahun, berarti
saya sudah dalam usia 20an hiks T.T. Kalau di western societies, saya sudah
masuk tahap “adults”, mulai boleh minum-minum #plaakkk <<- kalau nggak
minum haus dong :p #apasih. Ngomong-ngomong, saya lahir di tanggal, bulan, dan
tahun yang sama lho dengan Niall Horan XD #nggakpenting.
Did I feel excited being on my 21st birthday?
September 11, 2014
Berhenti di 2011 (Part 2)
Memasuki masa ospek, saya yang berada di
Fakultas Ilmu Pendidikan harus mengenakan atribut serba ungu. Beberapa maba
dari fakultas lain merasa iri dengan warna atribut fakultas kami, karena warna
ungu sedang ‘in’ tahun itu. Bahkan ada yang nyeletuk, “Duh pengen deh ke FIP
aja. Warnanya ungu, lucuuuuuu....”, dsb., dsb.
Hari kedua ospek,
ketika seluruh mahasiswa dari berbagai fakultas dikumpulkan menjadi satu,
barisan FIP bersebelahan dengan barisan FBS (Fakultas Bahasa dan Seni). Ketika
itu, terpancar sedikit kekecewaan dalam diri saya, apalagi ketika melihat ada
anak yang memakai ID card bertuliskan ‘Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang’, hati
saya langsung bergemeletak. Saya merasa seperti... “I don’t belong here, I want
to go there, with them (anak-anak jurusan Bahasa Jepang)”.
Jika anak lain iri
dengan warna ungu fakultas kami, saya malah ingin mengganti semua atribut ungu
yang saya kenakan dengan atribut kuning khas Fakultas Bahasa dan Seni. Bahkan
hati saya terasa remuk redam ketika mengetahui ada salah satu teman SMA saya
yang masuk di jurusan Pendidikan Bahasa Jepang :”(. Meskipun dia masuknya
melalui jalur SPMB, tapi tetap saja, rasanya saya pengen nangis. Kenapa nggak
saya aja sih yang masuk disitu? Allah, kenapa nggak saya aja?
Subscribe to:
Comments (Atom)


